
TEBO – Ruang kelas di MIN 2 Tebo mendadak berubah menjadi bengkel seni yang penuh warna. Dalam rangka praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), para siswa kelas atas unjuk gigi memamerkan kemahiran tangan mereka dalam membuat berbagai produk kerajinan anyaman.
Bukan sekadar tugas sekolah, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa generasi Z pun mampu melestarikan warisan budaya nusantara dengan sentuhan kreativitas modern.
Dari Bambu Hingga Kertas Warna
Para siswa terlihat antusias merangkai bilah-bilah bahan menjadi pola yang rumit namun indah. Berbagai produk dihasilkan dalam praktik ini.
Lebih dari Sekadar Menenun
Guru pengampu mata pelajaran Seni Budaya menyatakan bahwa praktik ini bertujuan untuk melatih kesabaran, ketelitian, dan motorik halus siswa. Menganyam itu butuh fokus. Satu saja salah masuk pola, hasilnya akan berantakan. Di sinilah karakter disiplin siswa dibentuk, ujarnya.
Kepala Madrasah MIN 2 Tebo turut memberikan apresiasi tinggi. Beliau berharap hasil karya siswa ini tidak hanya berhenti di meja penilaian, tetapi bisa dipamerkan dalam ajang pentas seni atau bazar madrasah mendatang untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini.
Hasil karya ini membuktikan bahwa dengan ketekunan, bahan yang sederhana bisa berubah menjadi sesuatu yang luar biasa dan memiliki nilai jual.
Hasil kerajinan para siswa ini kini menghiasi etalase kelas dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga madrasah.
|
168x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...